TAKWA
Ada
surat cinta di akhir tulisan ini, baca hingga selesai yaaaa. dahhhhhhh
Q.S
Al-Hadid : 28
“wahai
orang-orang yang beriman! Bertakwalah pada Allah dan RasulNya (Muhammad),
niscaya Allah akan memberi rahmatNya pada dua bagian, dan menjadikan cahaya
untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Allah mengampuni kamu”
Maa
syaa Allaah tabarakallaah, betapa agungnya firman Allah di atas. Bagaimana tidak
hiksss ☹ pada ayat di atas Allah memberi peringatan
bagi orang-orang beriman, yakkk perlu digaris bawahi yaa orang-orang
beriman. Bukan pada manusia, bukan juga pada makhluk tapi bagi orang-orang
beriman. Untuk apa Allah memperingati orang-orang beriman ? untuk bertakwa
pada Allah dan Rasul-Nya. Lalu apa balasan yang didapat setelah beriman
pada Allah dan Rasul-Nya ? wahh ini pertanyaan yang pasti akan tertampar
setelah mengetahui jawaban dari balasan bagi orang yang bertakwa pada Allah
dan Rasul-Nya. Mau tau apa balasannya ? check it out …..
1. Allah
akan memberikan rahmatNya pada orang-orang yang bertakwa pada Allah dan
Rasul-Nya
2. Allah
akan memberikan cahaya sebagai penerang saat kita berjalan di atas Sirath. Pada
tahu gak sirath itu apa ? yapssss, sirath itu jembatan yang akan kita lewatin
saat di yaumul akhir nanti. Semoga Allah mudahkan kita untuk melewati itu yaaa.
3. Allah
mengampuni dosa-dosa kitaa. Maa syaa Allaah
Masih
secuil loh ini yang kita bahas soal takwa. Bagaimana pula nanti kita bahas yang
lainnya. Semoga kalian gak ngantuk saat membacanya yaaa. Yakinlah ini akan kita
rindukan saat kita sedang dalam kesulitan dan kesedihan. Saat kita diterpa
cobaan karena ketakwaan, ayat-ayat yang begini akan menjadi penghibur hati kita
yang dirundung kesedihan. Dahlahhh, kuy kita lanjut. Ehehehehe
Q.S
Ath-Thalaq : 2-3
“barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan membukakan jalan keluar baginya dan
Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”
Maa
syaa Allaah tabarakallaah, rasanya lisan kit aini tidak ingin berhenti memuji
Allah saat kita mengetahui kabar-kabar gembira melalui firmanNya. Balasan ini
tidak hanya kita dapat di akhirat melainkan Allah akan bayar kontan di akhirat
jugaa. Subhanallaah. Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang beriman
dan juga bertakwa yaa. Oke lanjutt…. Sebagian ulama berkata “orang-orang
yang bertakwa tidak ada yang miskin” mereka bertanya “kenapa?” ia
lalu menyebutkan ayat di atas, iyaa Q.S Ath-Thalaq : 2-3. Hal ini bukan berarti
orang yang tidak bertakwa tidak diberi rezeki yaa, sebab Allaah berfirman dal
Q.S Hud : 6 “dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan
semuanya dijamin Allah rezekinya” tapi rezeki yang diperoleh orang bertakwa
lebih khusus. Contoh nih, rezeki itu bukan hanya dalam bentuk uang,
harta benda tapi bisa bernafas, sehat, dan kenyamanan yang kita peroleh itu
juga bagian dari rezeki. Bahkan nih yaa sakit, musibah, dan kesedihan yang
kita anggap malapetaka itu juga bagian dari rezeki. Karena Allah Maha Mengetahui
sedangkan kita makhlukNya sok tahu. Bhaiquee kita lanjut yaaa. Ini point nya
nihhh
Orang yang bertakwa tidak akan
dihalangi oleh Allah untuk mendapat rezeki yang mereka butuhkan, hanya saja ia dijaga
dari kemegahan dunia sebagai bentuk kasih sayang Allah padanya dan demi
kebaikannya, karena rezeki yang melimpah boleh jadi justru mendatangkan
mudharat bagi penerimanya dan rezeki yang secukupnya adalah rahmat baginya. Nahhh
jadi ituu, kadang untuk menilai sesuatu yang perlu diubah itu adalah sudut pandang
kita agar tidak menilai sesuatu dengan sudut pandang dunia. Wahai saudaraku,
dunia ini bukan tempat kita, maka jadikan sudut pandang akhirat saat menilai
sesuatu. Capek kita kalau menilai sesuatu dengan sudut pandang dunia. Dunia
ini bukan tempat kita, bukan kampung halaman kita. Dunia ini hanya tempat untuk
mengumpulkan kebaikan-kebaikan agar kita dimasukkan ke dalam surgaNya. Sedangkan
akhirat (surga) adalah tempat tinggal kita yang sesungguhnya. Semoga Allah lindungi
kita dari sifat tidak pernah merasa puas dengan dunia. Laa haulaa wa laa
quwwata illa billaah.
Q.S
Al-Fajr : 15-16
“maka
Adapun manusia, apabila Allah mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya
kesenangan, makai a berkata “Allah telah memuliakanku” namun apabila Allah
mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata “Allah telah menghinaku”.
Padahal
nih yaa, maksudnya gak gitu. Maksudnya tuh gini. Gak semua orang yang
dilapangkan rezekinya berarti ia dimuliakan dan tidak semua yang disempitkan
rezekinya berarti dia dihinakan. Tetapi, terkadang dilapangkan rezekinya untuk istidraj
(dibiarkan bersenang-senang di dunia). Sebaliknya, orang yang disempitkan
rezekinya boleh jadi dimaksudkan untuk menjaga dan membentenginya, bahkan sempitnya
rezeki bagi seorang hamba yang beragama boleh jadi disebabkan dosa dan
kesalahan yang telah lalu. Sebab Allah menguji hambaNya melalui kebaikan dan
keburukan. Lalu bagaimana cara menghadapi ujian yang Allah berikan ?
Banyaklah
memohon ampun pada Allaah, Rasulullaah Salallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda
:
“barangsiapa
yang memperbanyak istighfar, Allah jadikan baginya kemudahan dari setiap
kesulitan dan menjadikan jalan keluar dari setiap kesempitan, dan Dia
memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR Ahmad dan Al-Hakim)
Sudah
jelas yaaa, solusinya adalah memohon ampun pada Allaah dimanapun dan kapanpun
karena kita juga gapernah tau kapan dan dimana saja dos kita buat. Maka meminta
ampunlah pada Allah yang Maha Pengampun.
Sudah
yaaa, lain kali kita sambung lagi pembahasan tentang TAKWA ini. See u babayyyy.
Makasih ya sudah baca tulisan ini hingga selesaii. Semoga Allaah memberkahi dan
memberikan kalian kebaikan dimanapun berada juga senantiasa dalam lindungan
Allah Subhanahu wata’ala. Semoga Allah juga istiqomahkan aku untuk terus
nulis yang begini-begini yaa. Capek soalnya bund nulis perihal bucin, jadi aku
gant Haluan untuk nulis beginian yang lebih bermanfaat dong pastinyaaa. Dahlahhhhh.
dadahhhhhhhh

Komentar
Posting Komentar